KATA FACEBOOKERS – hallo sahabat semua dimanapun berada kali ini penulis menulis YAYASAN ADALAH TEMPAT STRATEGIS MENGKAMPANYEKAN SUARA karena melihat pada postingan dari facebook 5 tahun belakangan ini media mengkampanyekan suara calon ke yayasan-yayasan, strategiskah? Nilai tambahan pemilih suara lumayan menjadi tambahan dikarenakan segi jumlah hak mata pilih bisa diandalkan dengan memegang tokoh pada yayasan tersebut. Memang yang berpenduduk kewarganegaraan Indonesia punya hak dengan ini penulis mengangkat tema yang lagi panas untuk di ulas. Omong-omong penulis tidak memejat baik buruknya namun lebih pada tata kerja oleh calon.
MENGKRITIK DARI GAMBAR
Dengan menggunakan media images ini sangatlah diperlukan untuk membertahukan kepada masyarakat bahwa dia mencalonkan diri sebagai tata Negara yang berkarakter, penulis mengambil salah satu contoh dari gambar yang berupa : baik tulisan maupun visi misi calon dengan nomor kemenangannya.
“Cuma nomor 1/2/3/4/dst. Yang memuliakan penghapal al-qur’an. Yang begini bakal gw pilih gays…Masak lu kagak sih? Harus pilih juga dong.. nomor …. Tepat dihati
Jangan lupa ye 27 juni 2018 kita gantikan gubernur. No 4.”Dengan menyuarakan menggunakan nomor ini bisa dikatakan nomor yang digunakan adalah nomor yang digunakan untuk dihati, dengan memuliakan penghapal al-qur’an disini ada penekanan kata memuliakan sepertinya terkecoh untuk hal ini dikarenakan memuliakan dalam hal apa? Apakah calon menjunjung tinggi penghapal alqur’an atau memfasilitasi kegiatan atau hanya sebatasnya saja ini yang perlu anda bijak dalam melakukan pelaksanaan agama dikarenakan politik yang harus mengikuti aturan agama bukannya aturan politik yang mengatur agama. Perlu sahabat pesantren penghafal al-qur’an ketahui jangan tanamkan pada diri anda bahwa untuk menghafal meminta imbalan atau pujian pada sesaat maka akan mendapatkan pada waktu itu saja, tanamkan ridho allah swt imbalanmu dan pujilah mu’jizat yang diturunkan pada nabi Muhammad saw khususnya. Dan dengan kata yang begini bakal saya pilih / calon yang memuliakan bagi penghafal al-qur’an dengan nomor kemenangannya yang akan dipilih ini penguatan atara anjuran dengan perintah untuk memilih yang diteruskan masak lu kagak sih? Harus kata harus ini sangatlah kuat dengan menggugurkan kata sebelumnya bahwa sesaat yang tergantikan kata harus yang tepat dihati bagi yang membacanya.Pada tanggal 27 juni 2018 adalah pemilihan serentak namun memiliki banyak arti dari kata kita gantikan gubernur. Pernyataan ini memiliki berbagai macam pemaknaan jika dalam pelaksanaan mengapa perlu digantikan bahwa pemenang sebelumnya kinerjanya kurang baik, memilih untuk renkarnasi dengan tujuan memperbaiki atau merubah dari kinerja yang kurang baik (apakah sudah baik si calon mendatang?) ini akan terlihat kedepannya baik tidaknya dan pernyataan tersebut diahirkan dengan tanda titik, mulai saya berfikir pernyataan ini tidak macam-macam untuk harus digantikan pemenang sebelumnya dengan nomor pemenang blab la. Begitulah penulis menilai dari penulisan images namun jangan tergiur dahulu aka nada sambungan pada point B. yang akan anda menilai juga pantas atau tidaknya suara hati anda.
MENGKRITIK DARI TULISAN KAMPANYE
Jelas bila diberikannya untuk penghafal al-qur’an (laki dan wanita) beasiswa bukannya dengan adanya beasiswa itu kita muliakan, tak ada beasiswa pun wajib bagi muslim(semua) memuliakan sesamanya apalagi bagi yang memperjuangkan agamanya dan atau agama kita. Tak hanya pasangan pemenang nomor yang memuliakan sudah dijelaskan diatas dikarenakan akan(belum dikatakan sudah memfasilitasi) pendidikan gratis ketika pemilik pemenangan nomor tersebut menjadi gubernur lampung atau sebagainya. Nah, bisa kita lihat disini belum saja memberikan namanya menjanjikan yang belum pasti, baikkah ini?....
Jika memang benar-benar memuliakan bagi penghafal al-quran baiknya untuk semua kalangan bukan dengan adanya penarikan suara dan memang nyatanya maka 5tahun atau bahkan sejak lahirpun sudah memuliakan bagi penghafal al-quran inilah segi nyata pejuang agama karena bukanlah tahta yang akan didapat sudah dijanjikan surge tergantung pada dirinya.
MENGKRITIK TATA KERJA NYATA
Sangat sulit apalagi saat ini menemukan pemimpin yang baik agamanya dan mapan untuk agamnya seperti mencari mutiara di padang pasir bukanlah menemukan sinar didasar lautan.
Tidak banyak penilaian pada diri yang akan memilih.
SIMPULAN
MAKSUD PENULISAN
Maksud penulis menuliskan ini untuk memberitahukan pada diri pribadi bahwa berkarya abdi agama dan abdi Negara sebelum pada tujuan yang akan dicapai ini akan mempererat persatuan,penundukan emosi dan ego pribadi.
#27_juni_2018
#serentak
#tentukan_hak_pilih_di_kotak_suara
Comments
Post a Comment